Hanura Meroket, Rakyat Simpati


(Purn)Jenderal Wiranto

Partai Hanura memang akhir-akhir ini menjelma seperti roket yang melaju kencang ke udara. Inilah kata-kata yang pantas diucapkan oleh para pengamat politik Nasional saat ini. Pengamat tidak asal ngomong tentunya punya dasar dan pemikiran yang realistis sehingga “Hanura” seperti artis yang baru naik daun.

Wajar saja kalau para tokoh yang mempunyai reputasi baik banyak yang bergabung, yang perlu kita kaji ada apa dengan partai Hanura saat ini????.

Padahal partai ini sebelumnya di prediksi para pengamat tidak berumur panjang yang tersandera dengan penyakit “Parlement Trisold 3,5%”. Tapi kok tiba-tiba melejit bak “Meteor” yang bersinar terang dilangit yang kelam.

Kumpulan pendapat dari para pengamat telah banyak menghubungkan dengan  Bergabungnya Millyoner Harry Tanusudibyo (HT) pasca mundurnya dari partai Nasdem. Tapi tidak cukup hanya dengan modal itu saja, tentunya hal ini tidak terlepas dari peran Partai ini konsisten sebagai oposisi dan berhasil membawa citra sebagai “Partai Terbersih” aliar bebas dari korupsi menurut hasil rilis dari lembaga survey (LSI), dan bahkan ICW memberikan gelas sebagai Partai Terbersih di Indonesia saat ini.

Selain hal tersebut diatas mungkin pertimbangan pengelolaan Partai ini tergolong Rapi dan Solid sampai ke akar Rumput dibuktikan dengan mampunya sang (Purn) Jenderal Wiranto sebagai Ketua Umum meredam konflik-konflik internal yang pada umumnya dialami oleh partai saat ini.

Semoga Partai ini terlahir dengan “Hati Nurani” benar-benar menjadi harapan masyarakat Indonesia kedepan.

Mengambil SIKAP itu memang SUSAH ?


Dalam dunia politik memang terkadang terkadang naluri tidak sama dengan nalar ataupun keinginan dan kenyataan. Mungkin hal-hal seperti inilah yang membuat kata “POLITIK” terlalu gampang diterjemahkan tetapi terlalu sulit untuk di pahami. Tidak banyak diantara kita melihat pengertian  politik berbeda-beda apalagi kenyataannya. Politik bukanlah hal yang singkat tetapi terlalu panjang untuk dipahami.

Sangat tidak mengherankan bila dalam menentukan “SIKAP” politik kita, kerap dihantui kebingunan bahkan cenderung berubah-ubah tergantung si pembawa informasi. Tidak salah kalau para akademisi mengatakan mengambil “SIKAP” itu memang susah, kadang pilihan tidak sesuai dengan “HATI NURANI”.

Menurut survei LSI sangat mencengangkan , 87% Pemilih yang terbiasa menjadi tim sukses lebih mengutamakan “UANG” dari pada “KEMENANGAN”. Hal ini boleh saja kita tidak setuju tapi mari kita mengamati kenyataannya saat ini, contoh kecil dibumi Mssenrempulu. Kandidat yang mencoba mencari popularitas dengan cara seakan-akan memiliki “UANG BANYAK” hampir semua “TIMNYA” memang yang selama ini memanfaatkan moment politik untuk mencari uang, coba amati sekarang betul….tidak…..hanya anda yang tahu….

Seiring dengan perkembangan waktu, pemilih sudah mulai cerdas, bahkan tidak banyak diantara mereka sudah mulai gusar bahkan takut “KALAH”. Mereka ini sebenarnya pada umumnya tidak ingin kalah tapi tidak sadar bahwa apa yang dilakukan sudah berbohong terhadap dirinya sendiri. Tidak banyak diantara mereka sudah mulai melunak bahasanya bahkan ada yang sudah buang handuk demi menyelamatkan diri alias “BERKEPALA DUA” alias “MANGKOLONG BOMBO”.

Beruntunglah bagi mereka yang hanya ikut-ikutan tidak sempat mengeluarkan bahasa-bahasa yang kasar, dalam artian masih dapat menyamar bahka seakan-akan hanya terpengaruh oleh informasi “SESAT”. Tapi yang sudah terlanjur basah seperti pepapatah “TAKKALAMI MANE….” Astagafirulla……

Semoga pembaca tidak termasuk didalam orang susah menentukan “SIKAP”

DPRD Enrekang: Tidak boleh ada Mutasi lagi!


Berdasarkan hasil kerja Pansus 1 yang dibacakan oleh sekertaris dewan enrekang Alsam Taqwa dalam rapat paripurna kemarin 3/06/02, DPRD Enrekang telah merekomendasikan kepada Bupati Enrekang serta seluruh jajarannya untuk tidak melakukan mutasi atau nota dinas menjelang Pilkada Enrekang agustus mendatang. Hal ini telah diatur dalam permendagri, jadi tidak boleh lagi ada yang melanggar aturan tutur Ketua DPRD Enrekang A.Natsir yang diamini oleh anggota pansus lainnya yakni Drs.Arfan Renggong, Abd.Wahi Arsyad dan Ir.Mule disela-sela rapat parpurna.

Ir.Mule menambahkan bahwa ini hanya mengingatkan jangan sampai terlupakan peraturan ini, tapi kita berharap Pak Bupati Latinro Latunrung serta jajarannya dapat bertindak sebagai pembina semua golongan di bumi Massenrempulu. Sehingga budaya kita “Sipakatau” tetap  terjaga sehingga maspul tetap dikenal sebagai daerah yang sejuk dan damai.

 

Sabirin: 3 Kali Calon Bupati akhirnya Menang


mba7

Ternyata usaha sabirin tidak sia-sia, perjuangan untuk menduduki Bupati Sinjai untuk menggantikan Rudianto Asapa akhirnya kesampaian juga. Sekalipun berhadapan dengan putra mahkota Bupati Sinjai ternyata hal ini tidak membuat paket Sabirin-Fajar pesimis, terbukti dengan hasil quick Qount menempatkan paket ini berada pada posisi pertama yakni 32% disusul Paket Putra Bupati Sinjai Seto 27%.

Ternyata tekad dari Sabirin untuk jadi Bupati Sinjai melalui perjalanan Panjang. Semoga ini menjadi infirasi warga Maspul untuk memilih Calon Bupati kedepan.

 

53 tahun ENREKANG BELUM PERNAH DIPIMPIN “ORANG ASLI MASPUL”


tagn

Sejak lahirnya Kab.Enrekang atau yang lebih dikenal dengan julukan “Bumi Maspul” rasa-rasanya belum pernah dipimpin oleh “Orang Asli Kab.Enrekang” dalam artian sebelum jadi Bupati memang tinggal di Bumi Massenrempulu. Coba kita amati berikut ini:

  • Periode 1960 – 1963 dijabat oleh ANDI BABBA MANGOPO
  • Periode 1963 – 1964 dijabat oleh M. NUR
  • Periode 1964 – 1965 dijabat oleh M. CAHTIF LASINY
  • Periode 1965 – 1969 dijabat oleh BAMBANG SOETRESNA
  • Periode 1969 – 1971 dijabat oleh ABD. RACHMAN, BA.
  • Periode 1971 – …… dijabat oleh Drs. A. PARAWANSA (Pjs.)
  • Periode 1971 – 1978 dijabat oleh MUCH. DAUD (± 2 Thn masa non Fictive )
  • Periode 1978 – 1983 dijabat oleh H. ABDULLAH DOLLAR, BA.
  • Periode 1983 – 1988 dijabat oleh M. SALEH NURDIN AGUNG
  • Periode 1988 – 1993 dijabat oleh H. M. AMIN SYAM
  • Periode 1993 – 1998 dijabat oleh H. ANDI RACHMAN
  • Periode 1998 – 6 Oktober 2003 dijabat oleh Drs. H. IQBAL MUSTAFA
    • Wakil Bupati Drs. ZAINI BADAWING
  • Periode 2003 – sekarang dijabat oleh Ir. H. LA TINRO LA TUNRUNG
    • Wakil Bupati H. MUH. LODY SINDANGAN, SH. M.Si.

    Ayo kita bayangkan dari tahun 1960 sampai hari ini tahun 2013 sudah berumur 53 tahun tetapi kondisi Kab.Enrekang masih seperti layaknya kecamatannya daerah lain, coba bayangkan.

 

 

G-SPULTURA perkuat HANURA ENREKANG


SEPULTURA10
Partai Hanura Enrekang dalam waktu dekat akan launcing Gerakan 10 Untuk Rakyat (G-Spultura), gerakan ini di motori oleh generasi muda maspul yang tergabung didalam barisan pemuda Hanura Enrekang.

Sebagai Ketua Pelaksana Ramli Jumadi yang juga sekertaris Hanura Enrekang mengatakan bahwa wadah ini diperuntukkan untuk kaum muda yang cinta dengan style “Spultura”. Semoda dengan ajang ini gerakan kaum muda dapat lebih positip.

Sebagai pusat basecamp pergerakan “SPULTURA” dibangun sebuah tempat nongkrong di kediaman salah satu anggota DPRD Hanura Enrekang yakni Ir.Mule. BaseCamp ini di lengkapi dengan Hot Spot dan LCD sehingga suasananya seperti kafe, jadi memang dikondisikan sesuai dengan selera anak muda. terang Ir.Mule yang juga Ketua Komisi 1.

ANGGOTA DPRD ENREKANG BERTEMU KADIS KESEHATAN


Siang kemarin anggota DPRD Enrekang  Ir.Mule menemui Kadis Kesehatan, dalam rangka menindaklanjuti tentang penanganan Penyakit Demam Berdarah (DBD) yang melanda warga kecamatan Curio. Dalam pertemuannya Ir.Mule menyampaikan bahwa saat ini warga terserang DBD semakin meningkat, olehnya itu Dinas Kesehatan diharapkan segera mengambil langkah dalam upaya mencegah mewabahnya penyakit DBD ini.

Berdasarkan informasi bahwa hari ini Selasa(2/4/14) Dinas kesehatan segera turun lapangan untuk melakukan tindakan preventif, termasuk membagikan obat bate dan penyeprotan (Foging) agar penularannya bisa dicegah. Ikut Dalam konsultasi ini Kades Buntu Pema, Alimuddin Onda membenarkan bahwa warganya memang ada peningkatan warga terkenan penyakit DBD bahkan masih ada yang ditantangani di ruang ICU RSU Massenrempulu sekarang.

Olehyna itu Kades menambahkan selain melakukan penganganan sementara, terus juga dilakukan sosialisasi tentang pentingnya pencegahan sebelum terjadi, bukan hanya pada saat ada terkena penyakit baru kita mencegah.